Langsung ke konten utama

Saat SDM Kampus Jadi Kreator: Cerita dari Ruang Workshop

 


🎤 Dari Belakang Layar ke Depan Ruang Kelas: Misi Saya Membantu SDM Kampus Jadi Lebih Digital

Tanggal 23 sampai 25 Juli 2025 lalu menjadi momen yang sangat berarti bagi saya pribadi. Bukan karena jadwal padat atau ruang pelatihan yang penuh, tapi karena saya kembali diingatkan betapa pentingnya peran edukasi dalam transformasi digital.

Saya diundang sebagai narasumber dalam kegiatan Workshop Strategi Kreatif dan Best Practice Pembuatan Konten Digital, yang diselenggarakan oleh UPK SDMK Poltekkes Kaltim, dengan peserta sebanyak 68 pegawai lintas unit.

💡 Kenapa Saya Selalu Antusias Hadir di Pelatihan Seperti Ini?

Selama bertahun-tahun saya lebih sering berada di balik layar—mendesain strategi konten, membuat visual edukatif, mengelola akun institusi, hingga membantu kampus menghadapi era digital. Tapi setiap kali saya diminta untuk berbagi langsung, selalu ada dorongan pribadi:

“Berbagi pengetahuan atau ilmu, sejatinya akan menambah pengetahuan atau ilmu itu sendiri. Karena kita harus selalu update dan upgrade pengetahuan serta mendapatkan pengetahuan dari sudut pandang orang lain”

Dan inilah yang saya bawa ke ruang pelatihan. Bukan sekadar tutorial software, tapi pendekatan yang menyentuh mindset: mengapa konten penting dan bagaimana kita bisa mulai dari kemampuan yang kita punya.


🧠 Bersama Narasumber Hebat Lainnya

Saya berduet dengan Yuli Nuryanti, S.Ds, seorang desainer dengan sudut pandang visual yang tajam dan praktis. Kami berbagi tentang:

  • Teknik konten digital

  • Bagaimana membangun gaya komunikasi 

  • Tools editing yang mudah dan gratis

  • Strategi kolaborasi antar tim agar konten jadi konsisten

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Direktur I Poltekkes Kaltim, dan berlangsung di Gedung Direktorat kampus. Suasananya? Serius tapi santai. Banyak diskusi, tawa, bahkan ide-ide baru bermunculan.


📈 Hasil yang Saya Banggakan

Hal paling saya sukai dari workshop ini adalah: hasil langsung terlihat.
✅ Semua peserta dinyatakan lulus
📄 Menerima sertifikat pelatihan 8 JPL
🎥 Tersaring 3 video konten terbaik
💡 Dan—ini yang paling penting—akun-akun digital kampus jadi lebih aktif dan komunikatif!


🙋‍♂️ Apa yang Saya Pelajari Sebagai Narasumber?

Jujur saja, setiap sesi mengajar atau berbagi selalu membuat saya belajar dua kali lipat. Saya belajar bahwa tidak semua orang punya latar belakang digital, tapi semua bisa berkembang kalau diberi ruang dan cara yang tepat.

Saya bukan influencer, bukan juga pakar digital media besar. Tapi saya percaya: personal branding tidak selalu soal tampil mencolok—kadang cukup jadi yang konsisten berbagi, memperbaiki, dan memberi semangat.


🌱 Penutup

Saya ingin berterima kasih kepada seluruh peserta, panitia UPK SDMK, dan tim Poltekkes Kaltim yang memberi kepercayaan. Bagi saya, menjadi narasumber bukan soal tampil, tapi soal tanggung jawab untuk membantu.

Mari terus belajar dan bertumbuh—karena dunia digital butuh lebih banyak konten baik, dari orang-orang baik.

📩 Kalau kamu ingin bertanya, berdiskusi, atau ingin menghadirkan pelatihan serupa di tempatmu, silakan hubungi saya melalui kontak di blog ini. Dengan senang hati saya bantu!


#UPKSDMKPoltekkesKaltim #KontenDigital #Workshop2025 #PoltekkesKaltim #SDMKreatif #StorytellingDigital #PelatihanKampus #PersonalBranding #DigitalTransformation

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Digital Marketing Saat Ini: Peluang, Tantangan & Contoh Nyata

  1. Tren Umum & Pertumbuhan Pasar Belanja iklan digital global memuncak — hampir $526 miliar pada 2024, diproyeksikan terus tumbuh hingga $1,1 triliun pada 2030 rankings.io +2 loopexdigital.com +2 digitalorks.com +2 designrush.com +1 investors.com +1 . Lebih dari 72 % anggaran pemasaran kini dialokasikan untuk saluran digital digitalorks.com . 63 % pengguna web kini berasal dari perangkat mobile — penting untuk strategi mobile-first. 2. Video Pendek & Social Media 91 % perusahaan mengintegrasikan video, dengan durasi pendek mendominasi karena engagement tinggi . Video mewakili 82 % dari total traffic internet di 2023 reddit.com . Kampanye influencer dengan micro‑influencers (10–100 k followers) memiliki engagement 3,86 % vs 1,21 % mega‑influencers reddit.com +4 reddit.com +4 huffingtonpost.es +4 . 3. AI & Otomasi Pemasaran 88 % marketer sudah menggunakan AI dalam operasi harian gitnux.org +4 reddit.com +4 reddit.com +4 en.wikipedi...

10 Cara Hasilkan Uang dari Internet

Di era digital saat ini, banyak peluang untuk menghasilkan uang dari internet yang dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk orang awam. Berikut adalah beberapa cara yang mudah dan dapat diakses: Menjadi Penulis Konten : Banyak perusahaan dan blog yang membutuhkan penulis untuk membuat artikel. Anda bisa menawarkan jasa menulis artikel atau copywriting. Ini bisa dilakukan dari rumah dengan modal keterampilan menulis. Mengikuti Survei Online : Banyak situs web yang membayar pengguna untuk mengisi survei seperti  Swagbucks  atau  Toluna . Ini adalah cara yang mudah dan tidak memerlukan keterampilan khusus. Menjual Produk Secara Online : Anda bisa membuka toko online di platform seperti Tokopedia atau Shopee. Anda bisa menjual barang bekas atau produk buatan sendiri. Menjadi  Freelancer : Tawarkan jasa seperti menulis, desain grafis, atau pemrograman di platform seperti  Fiverr  atau  Upwork . Menggunakan Media Sosial : Jika Anda aktif di media sosial, An...

Satu Hilal, Satu Kalender: Mungkinkah Umat Islam Punya Kalender Hijriah Global?

Saya bersama keluarga ketika makan malam menjelang Ramadan, selalu bertanya-tanya "apakah tahun ini sama atau ada perbedaan awal mulainya?". Pertanyaan selanjutnya adalah “Kita ikut yang mana?”. Pertanyaan yang menempel dibenak saya: mungkinkah kita punya satu kalender Hijriah global yang seragam, seperti kalender Masehi? Kenapa Selalu Berbeda? Perbedaan terjadi karena cara menetapkan awal bulan. Sebagian negara/organisasi mengutamakan rukyat (melihat hilal), sebagian lain menggunakan hisab (perhitungan), atau kombinasi keduanya. Teknologi astronomi membuat prediksi visibilitas hilal semakin presisi, tapi kesepakatan fikih dan kebijakan negara belum selalu sejalan menjadi akar perbedaan tanggal puasa dan Ied. Untuk gambaran ilmiahnya, Fiqh Council of North America (FCNA) sudah lama memakai kriteria astronomi: tinggi bulan ≥ 5° dan elongasi matahari–bulan ≥ 8° saat magrib setempat; bila terpenuhi, esoknya masuk bulan baru. fiqhcouncil.org +1 Angin Baru: Dukungan Intern...