Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label autis

EBANA (Web Browser Anak Autis Indonesia)

Alhamdulillah Ebana versi 1.0 telah selesai. Ebana singkatan dari Web Browser Anak Autis Indonesia. Berawal dari keluhan orang tua anak autis akan anak-anak mereka yang terkadang membuka situs porno dan adanya ketertarikan anak autis terhadap internet serta multimedia, maka saya berinisiatif membuat web browser untuk anak autis versi Indonesia (sebelumnya sudah ada versi Inggris, namanya Zac Browser dibuat oleh seorang kakek untuk cucunya zac). Web browser ini berbasis multimedia. Memang masih ada beberapa kelemahan pada browser ini, namun hal ini saya harapkan tidak mengganggu maksud sebenarnya penggunaan browser ini. Web browser ini dilengkapi dengan suara panduan untuk menuntun anak menggunakan web browser ini. Web browser ini dapat dibuat karena adanya kerja sama pihak Sekolah Luar Biasa Kukar (SLB Autis, berada di kota Tenggarong Kaltim) termasuk para orang tua murid. Terima kasih untuk semua pihak yang telah mendukung pembuatan Web browser ini. Kritik dan saran saya harapkan seba...

kumpulan cerita bersama anak autis

Wow, kemampuan anak autis yang tidak disangka. halo semua....saya mau berbagi sedikit cerita dan pengalaman saya bersama anak autis. ya memang karena sejak lahir saya sudah berada di tengah-tengah anak-anak berkebutuhan khusus (anak-anak luar biasa) karena Ibu saya adalah seorang guru SDLB dan SLB Autis. Inilah beberapa cerita dan pengalaman itu: 1. Juara kelas di SD biasa Ya, anak autis ada lho yang bisa menjadi juara kelas di SD biasa. walau kurang bisa berinteraksi dengan temannya. bayangkan seorang anak autis mampu menjadi juara kelas di sebuah SD Islam di Tenggarong. sangat membanggakan dan membingungkan bukan??? belum lagi kemampuannya mengoperasikan komputer dan berbahasa Inggris. hal ini sebenarnya adalah suatu kelebihan dari anak autis, karena mereka cepat mengerti akan sesuatu yang diajarkan. 2. Hapal anggota tubuh dengan bahasa Inggris Anak autis bisa begitu?? ya kalau dipikir-pikir kita tidak akan percaya, tetapi itu adalah kenyataan. ada seorang anak autis yang bisa menyeb...

Diet makanan anak autis

Diet makanan pada anak autis selain bermanfaat untuk terapi anak autis, juga dapat digunakan untuk deteksi dini autis pada anak. Karena sekitar 60% anak autis menderita gangguan pencernaan. Berikut ini adalah makanan/minuman yg mempengaruhi perilaku anak autis: - Susu (kecuali susu kedelai) - Coklat - MSG (termasuk ciki/snack, vetsin) - Pengawet (makanan yg mengandung bahan pengawet) - Beberapa hasil laut - Terigu/gandum - Daging Sapi Untuk diagnosis, dilihat dari perubahan tingkah laku pada anak setelah mengkonsumsi makanan diatas. Apabila ada perubahan yg signifikan pada anak (contohnya dari tenang menjadi mengamuk, loncat2, melempar barang2, atau dari hiper menjadi pendiam, cengeng/rewel) maka dapat dikatakan anak tersebut mengalami gangguan autistik (masih perlu tindakan lebih lanjut untuk memastikan). Langkahnya sebagai berikut: 1. Buatkan jadwal. Contoh akan digunakan waktu 2 minggu untuk menguji anak. 2. Beri dan lihat perubahan perilaku setelah anak mengkonsumsi makanan/minuman...

Deteksi Dini Dan Skrening Autis

Autis adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa,perilaku, komunikasi dan interaksi sosial. Jumlah anak yang terkena autis semakin meningkat pesat dalam dekade terakhir ini. Dengan adanya metode diagnosis yang kian berkembang hampir dipastikan jumlah anak yang ditemukan terkena Autisme akan semakin besar. Jumlah penyandang autis semakin mengkhawatirkan mengingat sampai saat ini penyebab autis masih misterius dan menjadi bahan perdebatan diantara para ahli dan dokter di dunia.penyandang autis yang memiliki kesempatan terdiagnosis lebih awal memungkinkan tata laksana yang lebih dini dengan hasil yang lebih baik. Deteksi dini sangat penting dan berpengaruh terhadap prognosis penyandang. Upaya deteksi dini yang optimal diperlukan kerjasama peranan orang dan dokter baik dokter umum atau dokter anak dalam melakukan skrening terhadap penyandang yang dicurigai autis.