Saya bersama keluarga ketika makan malam menjelang Ramadan, selalu bertanya-tanya "apakah tahun ini sama atau ada perbedaan awal mulainya?". Pertanyaan selanjutnya adalah “Kita ikut yang mana?”. Pertanyaan yang menempel dibenak saya: mungkinkah kita punya satu kalender Hijriah global yang seragam, seperti kalender Masehi? Kenapa Selalu Berbeda? Perbedaan terjadi karena cara menetapkan awal bulan. Sebagian negara/organisasi mengutamakan rukyat (melihat hilal), sebagian lain menggunakan hisab (perhitungan), atau kombinasi keduanya. Teknologi astronomi membuat prediksi visibilitas hilal semakin presisi, tapi kesepakatan fikih dan kebijakan negara belum selalu sejalan menjadi akar perbedaan tanggal puasa dan Ied. Untuk gambaran ilmiahnya, Fiqh Council of North America (FCNA) sudah lama memakai kriteria astronomi: tinggi bulan ≥ 5° dan elongasi matahari–bulan ≥ 8° saat magrib setempat; bila terpenuhi, esoknya masuk bulan baru. fiqhcouncil.org +1 Angin Baru: Dukungan Intern...
Chieko Blog — Lifestyle sehari-hari yang hidup di era digital: ulasan tempat makan via Google Maps, teknologi pembayaran, tips cuan dari internet, dan serba-serbi kehidupan modern Indonesia.